Majene Sulbar, Sulawesibersatu.com – Masyarakat Desa Tammerodo Utara, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kearifan lokal melalui pelaksanaan tradisi Messawe (Sayyang Pattu’du) yang dirangkaikan dengan perayaan Totamma Al-Qur’an (Khataman Al-Qur’an), Minggu (4/1/2026).
Tradisi sakral warisan leluhur Suku Mandar ini memadukan nilai religius, seni budaya, dan ketangkasan. Anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an diarak mengelilingi desa dengan menunggangi kuda terlatih yang menari seirama tabuhan rebana, menciptakan pemandangan yang memukau dan penuh makna.
Ketua DPD Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Sulawesi Barat, R.H. Karaeng Pasewang, yang hadir memantau langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Messawe merupakan bentuk penghargaan tertinggi kepada generasi muda pecinta Al-Qur’an. “Messawe Totamma bukan sekadar seremoni. Ini adalah identitas masyarakat Mandar yang telah mendarah daging. Tradisi ini menjadi bentuk apresiasi agar anak-anak merasa bangga setelah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an, sekaligus memotivasi generasi lainnya untuk terus menjaga nilai-nilai agama,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat jelas dengan memadati sepanjang jalan protokol desa. Suasana semakin sakral ketika Kalinda’da, puisi khas Mandar, dilantunkan oleh para pendamping di atas kuda. Syair-syair tersebut sarat pesan moral, nasihat kehidupan, serta ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Selain menjadi bagian dari perayaan khataman Al-Qur’an, tradisi Messawe juga kerap dilaksanakan pada momentum penting lainnya seperti pesta adat pernikahan dan penamatan siswa sekolah. Hal ini menjadikan Messawe sebagai perekat sosial dan simbol kebersamaan masyarakat Mandar di Kabupaten Majene.
Tokoh masyarakat dan perangkat desa berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah serta instansi terkait agar tradisi ini terus lestari. Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya lokal dinilai penting sebagai benteng nilai-nilai luhur Sulawesi Barat agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara serta harapan agar anak-anak yang telah khatam mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Rls/Ahmad)






