Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Dugaan praktik mafia BBM mencuat di SPBU 74.922.03 Tamala’lang Jempang, Takalar. Solar subsidi yang semestinya dinikmati masyarakat diduga justru diprioritaskan kepada pengepul dengan harga Rp8.700 per liter, Jumat (28/8/2026).
Dugaan itu terbongkar setelah sejumlah awak media memergoki aktivitas pengisian solar ke jerigen pada Kamis (27/8/2026). Dua nama, Daeng Laja dan Adnan, disebut menjadi pihak yang membeli solar subsidi dalam jumlah besar.
Modusnya diduga rapi. Ratusan jerigen disiapkan di sekitar SPBU, lalu diisi dua jerigen setiap transaksi secara berulang. Cara tersebut diduga membuat pembelian dalam jumlah besar berlangsung tanpa sekaligus mengisi seluruh jerigen.
Sumber di lokasi menyebut Daeng Laja diduga mendapatkan sekitar 300 jerigen, sementara Adnan sekitar 200 jerigen. Pengisian disebut berlangsung dari shift pertama hingga shift kedua.
Yang lebih mengusik, stok solar dari depot disebut mencapai 8.000 liter pada Selasa dan kembali 8.000 liter pada Rabu. Namun, sumber mengklaim pada Kamis terdapat penjualan sekitar 15.000 liter yang diduga mengalir kepada mafia BBM.
Jika dugaan tersebut terbukti, praktik itu bukan sekadar persoalan antrean atau kelangkaan. Penyaluran solar subsidi dalam jumlah besar kepada pihak tertentu patut diperiksa karena berpotensi merugikan masyarakat yang berhak menikmati BBM bersubsidi.
Lembaga Investigasi Negara (LIN) pun mendesak Polres Takalar tidak tinggal diam. Ketua Departemen Intelijen dan Investigasi LIN meminta Kapolres dan Kasat Reskrim segera memeriksa seluruh pihak yang disebut dalam dugaan praktik tersebut, termasuk manager SPBU.
“Kalau memang tidak ada permainan, buktikan dengan penindakan dan penyelidikan terbuka,” tegasnya. Kini sorotan mengarah ke SPBU Tamala’lang Jempang: siapa sebenarnya yang menguasai aliran solar subsidi tersebut? (TIM)









