Morowali Sulteng, Sulawesibersatu.com – Peredaran narkotika jenis sabu di Morowali disebut-sebut kian brutal dan tak lagi sembunyi-sembunyi. Dari pengakuan sejumlah sumber, mulai dari pemakai hingga mantan bandar, sabu kini beredar terang-terangan dan semakin mudah diakses.
Situasi ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Warga menyebut penindakan memang kerap dilakukan, namun peredaran barang haram itu justru seperti tak pernah benar-benar mati, hilang sesaat, lalu muncul kembali dengan pola yang lebih berani.
Yang paling menyentak, muncul dugaan adanya lapak penjualan sabu yang beroperasi tepat di belakang SMP Negeri di Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah. Lokasi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pelajar justru diduga menjadi titik transaksi narkoba.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut penjualnya berinisial RF. Nama tersebut, kata dia, diduga telah diketahui aparat. Namun belum adanya tindakan terbuka membuat isu ini semakin liar diperbincangkan.
“Kalau memang benar dan dibiarkan, ini bukan lagi sekadar peredaran biasa. Ini sudah seperti tantangan terbuka,” ujar sumber tersebut dengan nada geram, menggambarkan betapa beraninya dugaan aktivitas itu dilakukan di dekat lingkungan sekolah.
Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya, turut angkat bicara. Ia mendesak aparat kepolisian segera menyelidiki dan menindak tegas jika dugaan tersebut terbukti. Menurutnya, tidak boleh ada ruang aman bagi narkoba, terlebih di sekitar fasilitas pendidikan.
Kini publik menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Jika dugaan lapak sabu di belakang sekolah itu benar adanya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya wibawa hukum, tetapi juga keselamatan dan masa depan generasi muda Morowali. (TIM)











