Proyek Rabat Beton Desa Harapan “Selesai” di Laporan, Bermasalah di Lapangan?

Barru Sulsel, Sulawesibersatu.com — Proyek rabat beton di Desa Harapan yang dilaporkan rampung, kini justru dibanjiri tanda tanya. Dari pengurus yang mengaku tak pernah dilibatkan, jabatan rangkap, hingga upah dan pekerjaan yang diperdebatkan, proyek ini dinilai jauh dari kata transparan.

Sorotan keras mengarah ke pembentukan KKAD. Sejumlah nama tercantum dalam kepengurusan, namun yang bersangkutan mengaku tak pernah diajak musyawarah. Anehnya, SK kepengurusan tetap terbit. Publik pun bertanya yaitu siapa yang sebenarnya membentuk KKAD?

Masalah tak berhenti di situ. Sekretaris KKAD merangkap kepala tukang, memicu dugaan konflik peran. Di lapangan, pekerjaan disebut tak sepenuhnya sesuai spesifikasi, bahkan sempat terhenti akibat perbedaan pandangan saat pemasangan plat decker.

Soal upah, versi pun berseberangan. Ada hari tanpa aktivitas kerja, namun upah tetap diperdebatkan. Konsultan menyebut pembayaran berbasis kerja, sementara pengelola keuangan menyarankan tetap dibayar. Standar kerja dan pertanggungjawaban anggaran pun dipertanyakan.

Harga material dan upah yang beredar di lapangan kini menunggu pembuktian yakni apakah sesuai RAB atau tidak? Dengan sederet kejanggalan ini, proyek rabat beton Desa Harapan layak diaudit dan diklarifikasi terbuka. Dana publik bukan mainan. Jika prosedur dilanggar, siapa bertanggung jawab? (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *