Barru Sulsel, Sulawesibersatu.com – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 5 Barru menyeret sekolah itu ke pusaran sorotan tajam. Sejumlah pertanyaan resmi yang dilayangkan untuk mengungkap transparansi penggunaan dana publik tersebut justru berakhir tanpa jawaban menggantungkan publik dalam ketidakpastian yang menyesakkan.
Upaya konfirmasi dilakukan demi membuka tabir pengelolaan dana ratusan juta rupiah yang seharusnya menjadi nafas operasional sekolah. Namun pihak sekolah memilih diam. Tidak satu pun pertanyaan memperoleh klarifikasi. Keheningan itulah yang kini menimbulkan gelombang kecurigaan.
Ketika dihubungi pada Sabtu (29/11/2025), Kepala SMPN 5 Barru, Rahmat Abdullah, yang baru lima bulan menjabat sebagai Plt, hanya memberikan jawaban singkat yang semakin mempertebal tanda tanya. “Mohon maaf, untuk pertanyaannya saya konfirmasi ke pimpinan,” ujarnya. Jawaban itu berhenti di situ tanpa penjelasan lanjutan, tanpa rincian, tanpa kepastian.
Di tengah kewajiban sekolah untuk membuka informasi penggunaan Dana BOS secara terang benderang sesuai regulasi pemerintah, sikap bungkam ini terasa janggal. Publik mempertanyakan yaitu mengapa begitu sulit memberi penjelasan tentang dana yang bersumber dari uang rakyat?
Minimnya transparansi ini memantik keresahan. Bagi banyak pihak, diamnya pimpinan sekolah bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan sebuah ironi yakni lembaga yang seharusnya menjadi ruang pendidikan dan keteladanan justru terjebak dalam kabut informasi yang gelap.
Hingga kini, misteri pengelolaan Dana BOS SMPN 5 Barru masih mengambang tanpa jawaban, tanpa kepastian, dan meninggalkan publik menunggu dengan geram. (TIM)
