Makassar, Sulawesibersatu.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) membekukan sementara kegiatan pengaderan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) setelah dugaan perpeloncoan, kekerasan fisik, dan perundungan mencuat ke publik.
Kasus ini viral setelah akun Instagram @unhas.distopia mengunggah sejumlah video, ilustrasi, serta tangkapan layar yang diduga memperlihatkan praktik senioritas berupa bentakan hingga dugaan tamparan terhadap mahasiswa baru.
Tak berhenti pada kekerasan fisik, muncul pula dugaan intimidasi akademik. Mahasiswa yang menolak mengikuti pengaderan disebut mengalami hambatan dalam pengurusan KRS hingga kegiatan laboratorium.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin, mengatakan pimpinan universitas dan fakultas langsung turun melakukan pengecekan setelah menerima laporan pada Minggu (6/9/2026).
Evaluasi digelar bersama pimpinan fakultas, program studi, dan panitia pengaderan. Namun, kampus menyebut tidak semua rekaman yang beredar merupakan kejadian terbaru.
“Sebagian merupakan peristiwa pada saat pengaderan 2026 dan sebagian merupakan potongan video lama pada periode September 2025 sampai dengan Maret 2026,” kata Ruslin, Selasa (8/9/2026).
Meski demikian, Unhas tak mau mengambil risiko. Seluruh pengaderan KM FMIPA dibekukan, sementara sistem pengaderan diperintahkan dirombak total agar tidak lagi memuat bullying, kekerasan, maupun pola militeristik.
Kampus juga membuka ruang pengaduan bagi mahasiswa yang mengaku menjadi korban dan menjanjikan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. “Kami akan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran melalui instrumen atau kanal yang dimiliki Universitas,” tegas Ruslin. (TIM)








