Peduli Dunia Pendidikan Anggota Bhabimkamtibmas Bantu Sekolahkan Anak Yang Putus Sekolah

 

AVvXsEgAavE2HGu36gONCZxCk4YIyBoP yc1cHkbNqzlixaihnXL5cvkAUydFFzpNjCiudSIFCrtQth H

Makassar,Sulawesibersatu.com-Sebagai wujud kepekaan dan peduli akan dunia pendidikan, anggota Bhabimkamtibmas Polsek Mamajang tergerak hatinya dalam membantu anak yang putus sekolah. 

AVvXsEizvdcfV7bLIsnSmBajrCZBBi1qF RZK5D2tsxq7sy jG 3jUMb kjscvxM 21rckhlYZiisnxmW3Ht Jg w5QVWZncx18YrkwvBxcBA1e83U9RqT zzpx2LeFZRHQ1ifqmh5J9S7gZC7DfnWc2XhDBX 7gr77glkkjHcU1ySh83XIm61UbZ5OyK ifQw=s320

Wanda dan Windi umur 9 Tahun anak kembar kembar dari pasangan Rahman dan Rini yang tinggal di Jalan Rappocini Lorong 2 Kelurahan Rappocini Kecamatan Rappocini Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) rela tidak sekolah alias putus sekolah demi membantu kedua orang tuanya yang serba kekurangan dengan menjual gorengan Jalangkote kue tradisional khas Bugis Makassar akibat terdampak Pandemi.

AVvXsEhfm8krV94cbXWcaVMV1YJPGFuSf HrGZ Dw9flqOIrFeIM7UPICnn 8rosmjKRix8IG3tX1vdRkuyRB2PzmwXWZpksuzCHWknn zzoubZ9ZvzKEE7M5QdMwxYoaaYUuRrp5PfWo9RUIDvp V5n7cN7KWbhCk 0iNt SWOQ6t2Vm31UiJ8BV96d2rpiA=s320

Hal inilah yang membuat Anggota Bhabimkamtibmas Polsek Mamajang Kota Makassar, AIPTU Paleweri yang ternyata secara diam-diam melihat dan mengamati gerak gerik anak kembar tersebut serta tergerak hatinya untuk menyisihkan sebagian gajinya demi membantu anak itu bisa bersekolah lagi.

AVvXsEg 7VFkBJrqzeLUvo vsU42zTuQtpXrSNA5617s3jeTg4OPCiqWExH0bXY9JCfyE52Zzdo1bnh1GcFA7Q gNvFical9rGleG53 7yNW 4PQpgZeBQNJdp1PBm0Jno 05H2BykfLGVUTfOB60JFGw PDWT3aPmLTGtHZjemy9K8ai7F zN6CsgJsrAD76w=s320

“Sejak bertugas menjalankan Patroli rutin guna menciptakan lingkungan damai, sejuk serta rasa aman sesuai dengan perintah Pimpinan yang bertujuan untuk menjaga situasi Keamanan, dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) diwilayah hukum Polsek Mamajang, saya melihat anak tersebut berjualan di Pusat Jalan Kota demi membantu meringankan kebutuhan sehari-harinya bersama orang tuanya dan saudaranya, “ujar AIPTU Paleweri ketika dikonfirmasi media ini pada Jumat (22/10/2021) lalu.

AIPTU Palewri menambahkan, terkadang Wanda dan Windi pulang dengan membawa kerugian karena ada-ada saja pembeli yang tega mencuranginya, mengambil gorengannya dengan jumlah lebih kemudian membayarnya dengan uang yang kurang bahkan anak tersebut terkadang mendapat perlakuan yang kasar dijalan dengan merampas uang hasil jualan gorengannya, “jelasnya.

Dengan melihat keadaan itulah sehingga AIPTU Paleweri tanpa pikir panjang membantu membiayai kedua anak tersebut untuk dapat tetap bersekolah kembali serta mengajaknya ke Toko Perlengkapan Sekolah guna membelikan perlengkapannya seperti baju sekolah, rok seragam, sepatu, tas, dasi, buku tulis, pensil dan pulpen tanpa terkecuali kemudian mengantarnya kembali kerumahnya.

Selain itu, lanjut AIPTU Paleweri, kami juga telah memberikan motivasi kepada orang tua anak tersebut akan pentingnya dunia pendidikan bagi anak karena anak adalah generasi penerus bangsa dan kami juga berharap agar Pemerintah dapat membantu masyarakat tidak mampu, “tutupnya. (Ramzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *