Makassar, Sulawesibersatu.com — Niat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat program Gebyar Pendapatan Sulsel 2026 berubah menjadi sorotan tajam. Program yang menjanjikan hadiah mobil, motor, hingga paket umroh itu justru memantik gelombang kritik keras dari masyarakat.
Alih-alih terpukau dengan grand prize, publik mempertanyakan prioritas. Poster resmi yang memamerkan hadiah mewah viral di media sosial, namun yang ramai dibicarakan bukan keberuntungannya melainkan kondisi jalan provinsi yang dinilai masih rusak dan berlubang di berbagai titik.
“Bagaimana mau bayar pajak kalau jalan seperti menuju neraka?” tulis seorang warganet dalam kolom komentar yang dipenuhi nada geram. Ungkapan itu menjadi simbol kekecewaan yang lebih luas: masyarakat merasa kewajiban terus ditagih, sementara pelayanan dasar belum sepenuhnya dirasakan.
Isu transparansi anggaran ikut mencuat. Warganet mendesak penjelasan terbuka soal sumber dana hadiah dan besaran anggaran program. Mereka khawatir kemewahan undian justru menutupi persoalan mendasar yang belum tertangani.
Tak berhenti di situ, aspek keadilan juga dipersoalkan. Wajib pajak yang selama ini rutin membayar sepanjang tahun merasa tak mendapat apresiasi setara. Program berbasis periode dinilai hanya menguntungkan sebagian pihak.
Kini, Gebyar Pendapatan Sulsel 2026 berada di tengah pusaran kritik. Program yang dimaksudkan sebagai strategi peningkatan PAD justru menjadi cermin kegelisahan publik tentang prioritas, transparansi, dan kepercayaan. Di tengah hadiah mobil dan umroh yang dijanjikan, satu pertanyaan menggema yakni apakah rakyat butuh undian, atau jalan yang layak dilalui setiap hari? (TIM)






