Toraja Sulsel, Sulawesibersatu.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makale dan wilayah Rantebua menuai kecaman keras. Program yang digadang-gadang untuk menunjang gizi siswa itu justru tercoreng setelah ditemukan buah salak busuk dalam paket makanan yang dibagikan ke sekolah.
Peristiwa memalukan itu viral pada Rabu (11/2/2026), saat distribusi oleh SPPG Pantan Makale terekam dan menyebar di media sosial. Dalam paket MBG tersebut, siswa menerima buah yang sudah membusuk dan tak layak konsumsi. Meski video sempat dihapus, kemarahan publik telanjur meluas.
Seorang wali murid di Makale mengaku kecewa dan geram. Ia bersyukur anaknya tidak sempat memakan buah busuk itu dan langsung melapor. “Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan dianggap sepele,” ujarnya.
Tak hanya soal kualitas, distribusi MBG juga disebut amburadul. Makanan kerap tiba saat jam pelajaran sudah berganti, bahkan mendekati waktu pulang sekolah. Tujuan untuk menunjang konsentrasi belajar pun dipertanyakan.
Masalah serupa ternyata bukan kali pertama. Dua pekan sebelumnya, salah satu SMP di Rantebua juga dilaporkan menerima makanan dalam kondisi basi. Rentetan kejadian ini memicu dugaan lemahnya pengawasan kualitas dan distribusi.
Orang tua kini menuntut transparansi dan evaluasi menyeluruh. Mereka menegaskan, program bergizi tak boleh berubah menjadi ancaman kesehatan. Jika pembenahan tak segera dilakukan, kepercayaan publik terhadap MBG bisa runtuh total. (TIM)











