Pangkep Sulsel, Sulawesibersatu.com – Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pangkep hingga perbatasan Barru kini tak ubahnya lintasan berbahaya yang setiap saat bisa merenggut korban. Di balik statusnya sebagai jalur vital Sulawesi Selatan, tersembunyi ancaman nyata yang mengintai setiap pengendara.
Aspal yang dulu mulus kini hancur dan terkelupas. Lubang-lubang besar menganga tanpa ampun, sebagian cukup dalam untuk membuat kendaraan oleng dalam sekejap. Tambalan demi tambalan yang tak lagi kuat mencengkeram badan jalan membuat permukaannya bergelombang, liar, dan sulit ditebak.
Kerusakan itu bukan hanya di satu titik. Ia memanjang seperti luka terbuka yang tak kunjung diobati, membentang hingga mendekati perbatasan Barru. Setiap meter perjalanan terasa seperti melewati ranjau tersembunyi.
Bagi pengendara sepeda motor, jalur ini menjadi ujian nyali. Sekali salah manuver, roda bisa terperosok. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang-lubang maut itu, menyamarkannya seperti jebakan yang siap menjatuhkan siapa saja yang lengah. Pada jam sibuk, ketika kendaraan saling berkejaran waktu, risiko kecelakaan meningkat tajam.
Tak hanya mengancam keselamatan, kondisi jalan ini juga menghantam aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang tersendat, kendaraan cepat rusak, biaya operasional melonjak. Jalur yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru berubah menjadi titik lemah yang melemahkan pergerakan warga.
Ironisnya, jalan Pangkep-Barru merupakan salah satu akses utama di Sulawesi Selatan jalur yang setiap hari dilintasi pekerja, pelajar, pedagang, hingga kendaraan logistik. Namun kini, setiap perjalanan di atasnya seperti mempertaruhkan keselamatan.
Warga berharap ada tindakan cepat sebelum korban berjatuhan. Sementara itu, para pengendara hanya bisa memperlambat laju, menajamkan kewaspadaan, dan berdoa agar perjalanan mereka tak berakhir tragis. Di jalur ini, kelalaian sekecil apa pun bisa berubah menjadi bencana besar. (TIM)






