Jakarta, Sulawesibersatu.com – Kisruh Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) makin panas. Di tengah sorotan publik soal bandara yang disebut tak dikawal perangkat negara, tiba-tiba Luhut Binsar Pandjaitan mantan Menko Marves yang kini menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional muncul dan memukul balik semua tudingan.
Dalam catatan resminya, Senin (1/12), Luhut secara gamblang mengaku dirinyalah yang memimpin rapat pemberian izin pembangunan bandara tersebut di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Keputusan itu diambil dalam rapat yang saya pimpin. Semua instansi terkait hadir,” tegasnya.
Luhut menerangkan bahwa fasilitas bandara khusus itu diberikan karena investor menanamkan modal besar dalam proyek hilirisasi Morowali. Ia bahkan membandingkan Indonesia dengan Vietnam dan Thailand yang biasa memberikan fasilitas serupa. Namun yang paling keras adalah bantahannya soal isu bandara internasional. “Tidak pernah kami mengizinkan bandara di Morowali atau Weda Bay menjadi bandara internasional,” ujarnya tajam.
Luhut juga menepis keras insinuasi bahwa dirinya terlibat bisnis apa pun. “Jika ada yang menuduh keputusan ini dibuat sepihak oleh Presiden Jokowi, saya tegaskan yakni koordinasi penuh ada pada saya.” Tak berhenti di situ Luhut bahkan menantang terbuka siapa pun yang meragukan keputusannya. “Silakan datang kepada saya. Bawa data. Saya bertanggung jawab. Kita tidak berpihak ke China atau Amerika kita berpihak kepada Indonesia.”
Bandara IMIP terus menjadi sorotan sejak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut bandara yang tak dijaga perangkat negara sebagai sebuah “anomali”. Berbeda dengan Bandara Maleo yang diresmikan Jokowi tahun 2018, IMIP adalah bandara berstatus khusus, dikelola swasta, dan hanya melayani penerbangan domestik setidaknya hingga aturan baru diteken.
Panasnya isu ini kembali membara setelah terbit KM 38/2025 yang memungkinkan Bandara IMIP melayani penerbangan langsung ke luar negeri mulai Agustus 2025. Pertarungan narasi pun kini terbuka lebar dan Luhut, dengan suaranya yang keras serta tanpa kompromi, tampaknya siap berdiri di garis depan. (AN/ZA)












