Bekasi, Sulawesibersatu.com – Pemandangan memprihatinkan dan bau menyengat menyambut siapa saja yang melintas di Jalan Raya Sukabudi-Sukamantri, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Senin (16/2/2026). Di sisi jalan, gunungan sampah membusuk seolah dibiarkan menjadi “monumen” kelalaian.
Aroma busuk yang menusuk hidung tercium dari jarak puluhan meter. Tak sedikit pengendara terpaksa menutup hidung saat melintas. Tumpukan sampah yang kian menggunung itu kini bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.
Seorang pengguna jalan, Wawan, mengaku geram dan risih setiap kali melintasi jalur tersebut. “Baunya luar biasa menyengat. Ini bukan cuma mengganggu, tapi sudah mengancam kesehatan warga. Lalatnya banyak sekali, bisa bawa penyakit ke rumah-rumah,” ujarnya dengan nada kesal.
Pantauan di lokasi, sampah yang menumpuk didominasi limbah rumah tangga. Plastik, sisa makanan, hingga material lain bercampur menjadi satu. Di atasnya, lalat beterbangan tanpa henti, sementara cairan hitam pekat hasil pembusukan mengalir ke badan jalan saat hujan turun.
Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu munculnya penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, hingga demam berdarah akibat lingkungan yang kotor dan tidak terkelola.
Masyarakat mendesak pemerintah setempat segera turun tangan dan mengambil langkah tegas. Sebab jika tidak, tumpukan sampah itu bukan hanya menjadi simbol ketidakpedulian, tetapi juga bom waktu bagi kesehatan warga Sukamantri. (TIM)












