Aspal Baru Jalan Perintis Kemerdekaan Hancur, Proyek Jalan Nasional Disorot

Makassar, Sulawesibersatu.com – Aspal Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, yang belum lama selesai dikerjakan, justru hancur di usia seumur jagung. Lapisan aspal terkelupas di banyak titik, berubah menjadi butiran pasir, dan kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan jalan rusak parah dan licin, terutama saat hujan. Aspal yang seharusnya kokoh malah rontok, membuat pengendara roda dua dan roda empat harus ekstra waspada melintasi ruas jalan nasional tersebut.

Kerusakan tidak terjadi di satu lokasi, melainkan menyebar di titik-titik vital. Aspal terkelupas terlihat di depan Telkomas, Raider 700, SDN Bontoramba, Yonif Kavaleri, Top Mode, Kantor DPW Muhammadiyah, hingga pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea.

Pengguna jalan pun geram. Seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi jalan sangat berbahaya dan mengganggu aktivitas harian. Ia menilai kualitas pekerjaan aspal sangat buruk dan tidak layak untuk jalan nasional.

Pengamat transportasi dan infrastruktur perkotaan, Irwan Ramli, menilai kerusakan dini ini sebagai sinyal kuat kegagalan proyek. Menurutnya, aspal baru yang sudah terkelupas menunjukkan lemahnya pengawasan serta kualitas pengerjaan yang patut dipertanyakan.

“Kalau aspal baru sudah rusak, itu bukan hal wajar. Ini indikasi masalah serius, baik pada material, metode kerja, maupun pengawasan. Kontraktor wajib bertanggung jawab dan memperbaiki tanpa membebani negara,” tegas Irwan.

Sementara itu, pakar konstruksi jalan Ir. Budi Santoso mengungkap fakta lebih mencengangkan. Ketebalan aspal yang seharusnya 5 sentimeter, di lapangan hanya 3 hingga 3,5 sentimeter, ditambah dugaan kadar bitumen di bawah standar. Kondisi ini membuat jalan cepat rusak, mudah tergenang air, dan berpotensi terus memakan korban jika tak segera diperbaiki. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *