Aktivis Geruduk Polda Sulsel, Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK Parepare: Nama Taufan Pawe Kian Disorot

Makassar, Sulawesibersatu.com — Suasana Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Jumat (5/12), mendadak berubah mencekam. Suara sirine bersahutan, puluhan aktivis dari berbagai kampus merangsek menuju gerbang Mapolda Sulsel. Dengan suara lantang dan penuh amarah, mereka menuntut satu hal yakni usut tuntas dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Parepare 2017-2018 senilai Rp6,3 miliar, yang disebut-sebut menyeret nama mantan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Di bawah terik matahari, Korlap Zul Jalali Ikram berdiri memberikan komando. Tangannya mengepal, suaranya menggema menghentak jalanan. “Jangan ada yang bermain di belakang layar! Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu!” teriaknya, disambut pekikan massa.

Para aktivis menilai proses penyidikan kasus yang merugikan negara hingga Rp3 miliar itu berjalan lambat dan penuh tanda tanya. Beberapa saksi telah diperiksa, bahkan kabarnya sudah ada tersangka. Namun, isu di masyarakat menyebut ada nama besar yang belum tersentuh penyidikan secara terang-terangan.

Mereka menuntut Kapolda Sulsel memastikan tak ada intervensi politik, tak ada kompromi, dan tak ada “orang kuat” yang bisa lolos dari jerat hukum. “Jika benar ada dugaan keterlibatan Taufan Pawe, maka Polda Sulsel wajib menuntaskan penyelidikan dan mengumumkan status hukum secara transparan!” tegas Zul lagi.

Aksi itu terus memanas. Spanduk-spanduk bertuliskan seruan antikorupsi diacungkan tinggi. Massa menegaskan mereka tidak akan berhenti, tidak akan diam, dan akan terus menyuarakan tuntutan sampai aparat penegak hukum memberikan kepastian.

Gerakan Aktivis Sulsel menyatakan bahwa korupsi dana kesehatan uang yang seharusnya digunakan untuk rakyat adalah bentuk pengkhianatan yang tak bisa ditoleransi. “Ini bukan soal politik. Ini soal moral! Uang rakyat bukan untuk diperkosa!” seru salah satu orator, membuat suasana semakin membara.

Mereka berjanji akan kembali dengan massa lebih besar jika Polda Sulsel tidak menunjukkan progres nyata. Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan penjelasan terbaru kepada publik terkait perkembangan kasus tersebut. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *