Jakarta, Sulawesibersatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menunjukkan taringnya. Memasuki awal 2026, lembaga antirasuah itu mengguncang publik lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) beruntun di berbagai daerah, menandai kebangkitan KPK setelah lama dianggap melempem.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terbuka menyebut rangkaian OTT tersebut sebagai tanda nyata KPK mulai bangkit dan kembali berani. Melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, Mahfud menilai langkah agresif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sinyal bahwa KPK kembali aktif memburu koruptor, meski sejumlah kasus kakap masih “menggantung” tanpa kepastian.
“Memasuki 2026, KPK mulai bergerak lebih aktif dengan OTT di berbagai wilayah. Dukungan pemerintah memberi ruang bagi lembaga ini, meski beberapa kasus besar masih menunggu penanganan. Perkembangan ini positif dan memperkuat eksistensi KPK secara yuridis,” tulis Mahfud, Kamis (5/2/2026).
Mahfud juga menegaskan bahwa secara hukum, posisi KPK kini semakin kokoh, termasuk penguatannya dalam kerangka KUHAP. Menurutnya, hal ini memberi landasan kuat bagi KPK untuk kembali tampil sebagai algojo korupsi, bukan sekadar simbol.
Sejak awal tahun, KPK tercatat melakukan serangkaian OTT yang menyasar pejabat publik hingga pengusaha, mengindikasikan pola korupsi yang masih menggurita di pusat dan daerah. Langkah ini langsung menyedot perhatian publik dan media, yang selama beberapa tahun terakhir melontarkan kritik tajam terhadap kinerja KPK, terutama dalam penanganan kasus-kasus besar.
Rentetan OTT ini dinilai sebagai peringatan keras bagi elite politik dan pemilik modal yakni KPK belum mati. Lembaga antikorupsi itu kini kembali bergerak, memburu, dan menebar efek jera sekaligus menguji apakah kebangkitan ini konsisten atau hanya sekadar letupan sesaat. (AN/ZA)






