Jerigen Ditutup, Perut Nelayan Menjerit: 150 Perahu di Tarowang Lumpuh Total, Keluarga Terancam Tak Makan

Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Jeritan nelayan kecil di Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, kian memilukan. Selama dua hari terakhir, ratusan nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut setelah SPBU Tarowang menutup total pengisian solar menggunakan jerigen, satu-satunya cara mereka mendapatkan bahan bakar.

Akibat kebijakan tersebut, sekitar 150 unit perahu nelayan jenis jolloro terpaksa terparkir mati di pesisir. Mesin tak menyala, jaring tak dilempar, dan dapur keluarga nelayan terancam tak berasap.

Di lapangan, para nelayan mengaku tidak memiliki alternatif lain. SPBU Tarowang adalah satu-satunya harapan mereka untuk mendapatkan solar. Ketika jerigen ditutup, maka mata pencaharian mereka ikut dikunci.

Tangis kesulitan itu juga dirasakan keluarga nelayan warga Dusun Ga’dea, Desa Tarowang, mengungkapkan perahu miliknya sudah dua hari tak beroperasi karena kehabisan solar. “Sudah dua hari perahu saya tidak jalan. Solar habis, kami tidak bisa isi. Padahal dari situlah kami makan,” ujarnya dengan nada getir.

Penutupan pengisian jerigen ini bukan tanpa alasan. Manager SPBU Tarowang, Wahab, menyebut kebijakan tersebut diambil untuk menghindari tudingan miring dari sejumlah pihak yang menilai pengisian jerigen sebagai penyalahgunaan dan permainan mafia solar. “Banyak sorotan dari penggiat sosial. Kami dituding macam-macam. Untuk menjaga kondusivitas, pengisian jerigen kami tutup sementara,” jelas Wahab.

Ia menegaskan langkah itu bersifat sementara, sambil menunggu kejelasan mekanisme dan regulasi agar pihak SPBU tidak terus menjadi sasaran tuduhan. Namun di sisi lain, nelayan kecil justru menjadi korban kebijakan yang tak berpihak. Tanpa solar, mereka tak bisa melaut. Tanpa melaut, tak ada penghasilan. Tanpa penghasilan, keluarga terancam kelaparan.

Kini, para nelayan Tarowang hanya bisa berharap agar pemerintah daerah, instansi terkait, dan Pertamina segera turun tangan. Mereka menuntut kejelasan aturan dan solusi nyata agar distribusi solar untuk nelayan kecil kembali berjalan normal, tanpa stigma, tanpa polemik, dan tanpa mengorbankan rakyat kecil. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *