Masjid 99 Kubah Bocor Saat Ramadan, Jemaah Shalat Ditemani Ember

Makassar, Sulawesibersatu.com – Kondisi Masjid Kubah 99 Asmaul Husna menuai sorotan setelah kebocoran terjadi di dalam bangunan utama saat hujan turun di bulan Ramadan. Air menetes dari atap hingga ke area salat, memaksa jemaah beribadah dengan ember yang berjajar menampung tetesan air.

Pemandangan tersebut membuat sejumlah shaf shalat terpaksa terputus. Ember-ember yang diletakkan di berbagai titik menjadi penghalang jemaah, menimbulkan ironi di salah satu masjid yang selama ini dikenal sebagai ikon Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi Sulsel mengungkap kebocoran berasal dari kubah-kubah kecil yang mengelilingi bangunan utama. Selain itu, saluran pembuangan air dari atap kerap tersumbat karena kotoran menumpuk sehingga aliran air hujan tidak lancar.

Masalah juga ditemukan pada kubah utama. Beberapa bagian kubah dilaporkan sudah terlepas dan memungkinkan air masuk langsung ke dalam bangunan, diperparah karena struktur kubah sejak awal tidak dilengkapi lapisan membran penahan air.

Pemprov Sulsel sebenarnya telah mengalokasikan anggaran Rp4,5 miliar pada 2025 untuk memperbaiki atap, khususnya pada kubah utama seluas sekitar 1.300 meter persegi. Namun hasil perhitungan teknis menunjukkan perbaikan menyeluruh 99 kubah membutuhkan dana jauh lebih besar.

Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp22 miliar. Karena keterbatasan dana, perbaikan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan kubah utama, sementara kubah-kubah kecil masih menunggu giliran perbaikan.

Kondisi ini memicu desakan dari DPRD Sulsel. Ketua Komisi D Kadir Halid meminta evaluasi total dan perbaikan menyeluruh agar masjid yang menjadi simbol kebanggaan daerah itu tidak terus memprihatinkan di tengah banyaknya kunjungan masyarakat. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *