Gowa Sulsel, Sulawesibersatu.com – Forum Aktivis Mahasiswa Koordinator Gowa (FORMASI Gowa) melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Gowa menyusul mencuatnya dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Husniah Talenrang. Isu tersebut kini menjadi perbincangan luas dan dinilai menggerus kepercayaan publik secara serius.
Ketua FORMASI, Bung Dani, menilai sikap diam pemerintah justru memperkeruh keadaan. Menurutnya, ketiadaan klarifikasi resmi membuka ruang spekulasi liar yang semakin sulit dikendalikan di tengah masyarakat. “Ini bukan lagi isu personal. Ketika menyangkut pejabat publik, dampaknya langsung ke legitimasi kekuasaan,” tegasnya dengan nada keras.
FORMASI menegaskan bahwa jabatan publik melekat dengan tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Setiap isu yang mencoreng nama pejabat harus dijawab dengan transparansi, bukan sekadar bantahan sepihak yang minim bukti.
Lebih jauh, mereka memperingatkan bahwa polemik ini berpotensi merusak nama besar Gowa yang selama ini dikenal dengan nilai sejarah dan kehormatan yang kuat. “Jangan biarkan marwah daerah runtuh karena persoalan yang tidak diselesaikan secara terbuka,” lanjut Bung Dani.
Tak hanya itu, FORMASI juga menyoroti kecenderungan pemerintah yang dinilai lebih sibuk mengendalikan opini publik daripada menyentuh akar persoalan. Mereka menyebut publik kini menuntut kejelasan, bukan pengalihan isu.
Sebagai bentuk tekanan, FORMASI memastikan akan menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Aksi tersebut disebut sebagai akumulasi kekecewaan atas kinerja pemerintah yang dianggap stagnan bahkan mengalami kemunduran.
FORMASI menutup pernyataannya dengan peringatan keras yakni tanpa langkah cepat, transparan, dan akuntabel, krisis ini bisa berubah menjadi krisis legitimasi yang mengguncang fondasi pemerintahan di Gowa. (TIM)






