Sinjai, Sulawesibersatu.com – Antrean panjang kendaraan di SPBU Alenangka, Sinjai Selatan, tak lagi sekadar potret kelangkaan BBM. Di balik deretan motor dan mobil yang mengular sejak siang, muncul dugaan praktik tak wajar yang memancing amarah warga yang sudah berjam-jam menunggu giliran.
Sejumlah pengendara mengaku melihat aktivitas mencurigakan di tengah antrean. Kendaraan roda dua disebut bolak-balik mengisi BBM menggunakan jerigen hingga botol air ukuran besar, seolah tak tersentuh aturan di tengah kondisi bahan bakar yang sedang langka.
Ardi, salah satu pengendara, mengaku menyaksikan langsung kejadian itu saat mengantre sejak pukul 11.00 Wita. Ia menyebut ada motor yang berkali-kali kembali ke jalur pengisian membawa wadah berbeda, sementara warga lain tetap terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian.
“Yang antre lama malah tidak bergerak, tapi ada yang bebas isi berkali-kali. Ini jelas tidak adil,” ujarnya dengan nada kesal, menyuarakan kekecewaan yang juga dirasakan pengendara lain di lokasi.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik “jalur khusus” atau pembiaran oleh oknum tertentu. Warga menilai lemahnya pengawasan di SPBU membuka celah bagi penyalahgunaan distribusi BBM, terutama di saat situasi sedang sulit seperti sekarang.
Namun, respons pengelola SPBU justru memicu tanda tanya baru. Alih-alih memberi penjelasan tegas terkait dugaan tersebut, pihak pengelola hanya menyebut bahwa kelangkaan BBM memang menyebabkan antrean panjang dan tak terhindarkan.
Pernyataan itu dinilai publik tidak menyentuh inti persoalan. Dugaan pengisian berulang menggunakan jerigen tetap tak terjawab, sementara kekecewaan warga kian membesar menyisakan pertanyaan yakni ada apa sebenarnya yang terjadi di balik antrean panjang ini? (TIM)






