Jakarta, Sulawesibersatu.com – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais melontarkan kritik keras terhadap langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang belakangan aktif menandatangani berbagai kesepakatan bilateral saat melakukan kunjungan luar negeri.
Awalnya, Amien mengaku mengira aktivitas Prabowo di berbagai forum internasional merupakan upaya menjalankan amanat konstitusi, terutama semangat menjaga perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Namun pandangannya berubah setelah muncul kabar Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum perdamaian yang disebut digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangani konflik di Gaza.
Amien menilai langkah tersebut janggal karena forum itu disebut melibatkan Israel, sementara Palestina tidak dilibatkan. Ia pun mempertanyakan arah politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal konsisten membela kemerdekaan Palestina.
Mantan Ketua MPR itu juga menuding reputasi Prabowo yang sebelumnya dinilai positif kini tercoreng akibat sikap yang dianggap terlalu mengagumi Donald Trump, sosok yang menurutnya banyak menuai kontroversi di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Amien juga menyoroti kabar bahwa setiap negara anggota BoP harus menyetor dana sebesar 1 miliar dolar AS. Ia meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada rakyat jika informasi tersebut benar adanya.
Menurut Amien Rais, jika Indonesia benar bergabung dan harus mengeluarkan dana besar, pemerintah wajib memberikan penjelasan transparan kepada publik agar tidak menimbulkan kecurigaan terkait arah kebijakan diplomasi negara. (AN/ZA)






