Tanjung Selor Kaltara, Sulawesibersatu.com – Forum Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat gebrakan ekonomi dengan total transaksi mencapai Rp2.507.940.886.000. Nilai fantastis ini menjadi sinyal kuat besarnya potensi perdagangan dan investasi antardaerah.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan suntikan optimisme bagi dunia usaha. Forum yang digelar di Tarakan Plaza Hotel, Selasa (8/9/2026), mempertemukan pemerintah, investor, perbankan, hingga pelaku UMKM untuk membuka pasar dan membangun kemitraan strategis.
Lonjakan transaksi berlangsung cepat. Nilainya sempat berada di angka Rp2,01 triliun pada pukul 12.11 Wita, kemudian melonjak menjadi sekitar Rp2,5 triliun pada pukul 17.00 Wita, sebelum ditutup pada angka Rp2,507 triliun. Antusiasme pelaku usaha menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut.
Dari total transaksi, penjualan komoditas Jatim ke Kaltara mencapai Rp1.644.652.687.600, sementara pembelian produk Kaltara oleh Jatim mencapai Rp863.288.184.400. Arus perdagangan dua arah ini dinilai masih memiliki ruang besar untuk terus diperluas.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni transaksi. Kerja sama harus menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, menarik investasi, dan membangun kemitraan bisnis berkelanjutan.
Salah satu potensi Kaltara yang dibidik adalah sarang burung walet. Produk tersebut dinilai berpeluang menembus pasar internasional melalui jaringan perdagangan Jatim yang telah terhubung dengan Hong Kong, China, hingga Korea Selatan, sekaligus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
Khofifah juga mendorong Kadin, Iwapi, dan Hipmi di kedua provinsi agar lebih agresif membangun jaringan bisnis dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi kunci menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tidak terjebak pada keberhasilan sesaat.
Zainal optimistis capaian Rp2,5 triliun bukan batas akhir. Ia menegaskan Misi Dagang Jatim-Kaltara harus menjadi pijakan konkret untuk memperbesar investasi, memperluas perdagangan, dan melahirkan relasi bisnis jangka panjang. Rekor transaksi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi nasional dapat tumbuh dari kolaborasi daerah yang saling menguatkan. (*Rz)






