JAKARTA, SULAWESIBERSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Paris Yasir dan Wakil Bupati Islam Iskandar, Kabupaten berjuluk Butta Turatea ini menerima Penghargaan Pelaksana Pemutakhiran Pendataan Penduduk Terbaik Tingkat Nasional 2025 dari Kementerian Kependudukan, Pembangunan Keluarga dan BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN).
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Isyana Bagoes Oka kepada Bupati Paris Yasir di auditorium Kemendukbangga/BKKBN, Rabu malam, 26 November 2025. Bupati turut didampingi Kepala Dinas PPKB Jeneponto, St. Meriam. Jeneponto menjadi satu dari 49 kabupaten/kota se-Indonesia yang berhasil meraih apresiasi nasional. Di Sulawesi Selatan, hanya tiga daerah yang masuk dalam daftar bergengsi ini yakni Jeneponto, Bantaeng, dan Kota Parepare.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Jeneponto dalam mendukung penuh Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) yang rampung pada 31 Agustus 2025. Tidak hanya mengandalkan alokasi APBN, Pemkab Jeneponto juga memberikan dukungan pembiayaan tambahan dari APBD, sehingga kualitas, akurasi, dan kelancaran proses pendataan di lapangan terjamin.
Bupati Paris Yasir menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah buah kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, khususnya para petugas pendata. “Penghargaan ini adalah bukti komitmen Jeneponto. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas pendata serta jajaran Dinas PPKB atas kerja keras mereka. Kesuksesan PK-25 adalah kolaborasi kita semua,” ujar Bupati Paris Yasir.
Bupati berharap hasil pendataan keluarga tahun 2025 menjadi sumber data yang akurat, terpercaya, dan mutakhir, serta dapat menjadi dasar kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat Jeneponto. Dengan capaian ini, Jeneponto kembali membuktikan diri sebagai kabupaten yang progresif dan berkomitmen kuat dalam pengembangan data kependudukan sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan. (AN/ZA)






