Pimpinan Tarekat Ana Loloa Ditangkap! Diduga Ajaran Sesat, Wajibkan Pengikut Beli Pusaka untuk Surga
Maros Sulsel, Sulawesibersatu.com – Sebuah tarekat misterius yang disebut Ana Loloa mengguncang Kabupaten Maros! Petta Bau (59), pemimpin sekte ini, bersama empat pengikutnya telah ditangkap oleh jajaran Polres Maros setelah diduga menyebarkan ajaran sesat yang meresahkan masyarakat.
Ajaran yang mereka sebarkan jauh menyimpang dari ajaran Islam. Tidak hanya menambahkan Rukun Islam menjadi 11, tetapi mereka juga mewajibkan pengikutnya membeli benda pusaka sebagai tiket masuk surga! Bahkan, mereka mengklaim bahwa ibadah haji tidak perlu dilakukan di Mekah, melainkan cukup di puncak Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa.
Masyarakat Resah, MUI Bertindak!
Kasus ini bermula dari keresahan warga sekitar yang mulai curiga dengan ajaran yang diajarkan oleh Tarekat Ana Loloa. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros pun turun tangan dan mengeluarkan fatwa bahwa aliran ini sesat.
Namun, bukannya menghentikan kegiatannya, Petta Bau dan para pengikutnya justru sempat menghilang ke luar kota selama beberapa bulan. Mereka akhirnya kembali ke Maros dan melanjutkan aktivitasnya, sebelum akhirnya aparat kepolisian bertindak tegas.
Penangkapan Dramatis dan Barang Bukti Mistis
Pada Sabtu lalu, aparat kepolisian bergerak cepat dan menangkap kelima orang tersebut di sebuah rumah warga di Dusun Bonto-bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu. Tidak hanya menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis keris serta benda pusaka lainnya yang diduga menjadi bagian dari ritual mereka.
Menurut Kepala Satuan Reskrim Polres Maros, IPTU Aditya Pandu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan menginterogasi para tersangka untuk mengungkap lebih jauh sejauh mana ajaran ini telah menyebar dan siapa saja yang terlibat.
Pengikut Dilarang Bangun Rumah, Uang Harus Dibuat Beli Pusaka!
Lebih mengejutkan lagi, menurut laporan Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bonto-bonto, para pengikut tarekat ini dilarang membangun rumah! Alasannya? Karena uang mereka harus digunakan untuk membeli benda pusaka sebagai bekal di akhirat.
"Warga yang ikut tarekat ini percaya bahwa kiamat sudah dekat, jadi mereka tidak butuh rumah. Uang mereka semua digunakan untuk membeli pusaka," ungkapnya.
Kini, dengan tertangkapnya Petta Bau dan pengikutnya, masyarakat Maros berharap kasus ini bisa segera diselesaikan agar tidak ada lagi warga yang terjerumus dalam ajaran sesat yang merugikan.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Akankah ada lebih banyak pengikut yang terungkap? Kita tunggu perkembangan selanjutnya! (Irwan Dg Gassing)
0 Response to "Pimpinan Tarekat Ana Loloa Ditangkap! Diduga Ajaran Sesat, Wajibkan Pengikut Beli Pusaka untuk Surga"
Posting Komentar